Deskripsi Buku:
- Judul : Eco-Spatial Behavior: Teori dan Konsep
- Penulis : Dr. Cahyadi Nugroho, S.Pd., M.Pd
- Editor : Karina Meiyanti Maulana, S.Pd., M.Sc
- Edisi : Pertama
- Tempat Terbit : Minahasa, Indonesia
- Bahasa : Indonesia
- Tahun : 2026
- Halaman : x + 180
- Dimensi : UNESCO 15,5 x 23 cm
- ISBN : 978-634-7636-15-7
Sinopsis:
Pada 28 September 2018, dalam hitungan menit, Kota Palu dan kawasan sekitarnya di Sulawesi Tengah menghadapi sesuatu yang hampir tidak terbayangkan: gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo, tsunami yang menerjang Teluk Palu, dan likuefaksi tanah yang menelan kawasan perumahan padat menjadi hamparan lumpur. Lebih dari empat ribu orang kehilangan nyawa. Ratusan ribu kehilangan rumah. Namun di balik angka-angka yang mencekam itu tersimpan pertanyaan yang jarang ditanyakan namun sangat mendesak: mengapa sebagian komunitas mampu merespons ancaman jauh lebih cepat dan lebih efektif dari komunitas lain yang menghadapi tingkat keterpaparan fisik yang serupa?
Jawabannya tidak terletak pada faktor teknis semata. Ia terletak pada cara komunitas memahami, merasakan, dan memberi makna terhadap ruang ekologis yang mereka huni. Pada pengetahuan yang terakumulasi selama generasi tentang karakter lingkungan setempat. Pada keterikatan yang mendalam terhadap tempat yang telah menjadi bagian dari identitas seseorang. Dan pada sistem kepercayaan yang menentukan bagaimana ancaman dipersepsikan dan direspons.
Inilah wilayah kajian yang menjadi fokus buku Eco-Spatial Behavior: Teori dan Konsep. Buku ini hadir sebagai referensi teoritis yang memetakan dan mensintesiskan berbagai kerangka konseptual yang relevan bagi pemahaman tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan ruang ekologis yang mereka huni, khususnya dalam kondisi tekanan lingkungan dan bencana. Buku ini tidak bermaksud menjadi panduan teknis operasional, melainkan membangun fondasi pemikiran yang kokoh bagi siapapun yang ingin memahami persoalan hubungan manusia dan lingkungan secara lebih dalam dan lebih jujur terhadap kompleksitasnya.
Buku ini berdiri di atas tradisi geografi perilaku yang ingin memahami mengapa manusia memilih berada di suatu tempat, bagaimana mereka merasakan ruang yang mereka huni, dan bagaimana pemahaman serta perasaan tersebut menentukan tindakan mereka dalam situasi penuh tekanan. Buku ini juga menggabungkan perspektif ekologi manusia yang memahami manusia bukan sebagai penguasa yang berdiri di luar alam melainkan sebagai bagian integral dari ekosistem yang lebih besar. Dalam perspektif ini, bencana adalah ekspresi dari hubungan yang terganggu antara sistem manusia dan sistem alam, sebuah gangguan yang seringkali berakar dalam keputusan-keputusan spasial yang dibuat jauh sebelum bencana itu sendiri terjadi.
Konsep perilaku ekospasial yang menjadi inti buku ini adalah sintesis dari geografi perilaku, ekologi manusia, dan kajian kebencanaan berbasis tempat, sebuah kerangka baru yang menghasilkan cara pandang berbeda tentang persoalan lama. Buku ini disusun dalam empat bagian yang bergerak progresif dari fondasi teoritis menuju aplikasi empiris. Bagian Pertama memperkenalkan konsep perilaku ekospasial, teori peta kognitif, dan ekologi sebagai sistem integratif. Bagian Kedua mengkaji tiga dimensi fundamental: persepsi lingkungan, keterikatan tempat, dan resiliensi komunitas. Bagian Ketiga menganalisis bencana melalui tiga lensa teoritis, yaitu persepsi risiko, perilaku evakuasi, dan pemulihan pasca-bencana. Bagian Keempat membawa seluruh kerangka ke dalam konteks Indonesia yang konkret, dengan Sulawesi sebagai laboratorium utama melalui analisis lima kasus spasial yang memperlihatkan bagaimana teori dan realitas saling menguji dan saling memperkaya.

