Deskripsi Buku:
- Judul : Pendidikan Perempuan Sebagai Katalisator Perubahan Sosial di Masyarakat Pedesaan
- Penulis : Dr. Nismawati, S.Pd., M.Pd
- Editor : Ni Nyoman Putri Nursanti, S.Pd., Gr., M.Pd.
- Edisi : Pertama
- Tempat Terbit : Minahasa, Indonesia
- Bahasa : Indonesia
- Tahun : 2026
- Halaman : xii + 150
- Dimensi : UNESCO 15,5 x 23 cm
- ISBN : On Process
Sinopsis:
Buku “Pendidikan Perempuan sebagai Katalisator Perubahan Sosial di Masyarakat Pedesaan” mengkaji secara mendalam peran strategis perempuan dalam mendorong transformasi sosial melalui akses dan partisipasi dalam pendidikan. Berangkat dari realitas ketimpangan gender yang masih mengakar di wilayah pedesaan, buku ini mengkaji bagaimana keterbatasan akses pendidikan bagi perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menghambat kemajuan sosial dan ekonomi komunitas secara keseluruhan.
Melalui pendekatan interdisipliner, buku ini menguraikan bahwa pendidikan perempuan bukan sekadar upaya peningkatan kapasitas individu, melainkan sebuah investasi sosial yang mampu mengubah pola pikir, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal. Disajikan pula berbagai studi kasus dan refleksi empiris yang menunjukkan bahwa perempuan terdidik cenderung lebih aktif dalam kegiatan sosial, memiliki kesadaran kesehatan yang lebih baik, serta mampu menjadi agen perubahan dalam komunitasnya.
Selain itu, buku ini juga membahas tantangan struktural dan kultural yang dihadapi perempuan di pedesaan, seperti norma patriarki, keterbatasan infrastruktur pendidikan, dan faktor ekonomi. Dengan demikian, penulis menawarkan berbagai strategi dan rekomendasi kebijakan yang inklusif dan kontekstual guna memperkuat peran pendidikan perempuan sebagai katalisator perubahan sosial.
Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan merupakan kunci dalam menciptakan masyarakat pedesaan yang lebih adil, berdaya, dan berkelanjutan. Buku ini relevan bagi akademisi, praktisi pendidikan, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan berbasis gender dan transformasi sosial.

